Misteri MH370 dan Diego Garcia, dari aksi Kamikaze hingga Tsunami
Misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 dan tak kunjung ditemukannya pesawat tersebut hingga berhari-hari sampai saat ini, menjadikan banyak analisa dan teori yang membahas tentang hilangnya pesawat tersebut. Dari berbagai teori yang muncul, ada yang menyebutkan bahwa pesawat MAS MH370 telah terjadi kecelakaan, ada lagi yang menyebut bahwa pesawat tersebut telah “dibajak oleh pembajak professional” dan teori-teori konspirasi lainnya.

“MAS MH370 dibajak” dan diterbangkan di ketinggian ekstrim
Menurut sumber militer yang didapat dari MailOnline maupun The New York Times bahwa pesawat MAS MH370 sengaja diterbangkan di ketinggian ekstrim yaitu antara 43ribu kaki sampai 45ribu kaki selama 23 menit untuk membuat para penumpang pingsan. Karena pada ketinggian tersebut oksigen menipis dan ketersediaan oksigen di pesawat hanya mampu bertahan 12 menit. Inilah yang menguatkan dugaan bahwa pesawat tersebut “sengaja dikendalikan oleh pembajak ataupun pilot itu sendiri” untuk tujuan tertentu tanpa adanya gangguan dari penumpang, karena penumpang dalam kondisi pingsan semua.
Data radar militer tentang misteri hilangnya MAS MH370
Kecurigaan tentang adanya pembajakan semakin menguat setelah data radar militer menunjukkan bahwa pesawat MAS MH370 kemudian diturunkan dengan ketinggian menjadi 12 ribu kaki sehingga keluar jalur penerbangan dan tidak terdeteksi radar militer. Hal yang menguatkan lagi menurut data militer bahwa transponder sebagai alat pengirim sinyal ke ATC dimatikan serta ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) sebagai alat pengirim informasi ke maskapai juga dimatikan. Menurut data dari radar militer Malaysia bahwa pesawat MAS MH370 kemudian terbang belok ke barat dan keluar jalur penerbangan sebagaimana mestinya. MAS diperkirakan masih terbang selama 4 jam dan menurut data dari berbagai data militer yang dihimpun dari berbagai Negara bahwa MAS MH370 diyakini menuju Samudra Hindia.
[caption id="attachment_358" align="alignleft" width="457"]
peta flight mh370[/caption]
Misteri “Pembajakan” MAS MH370 dan Pangkalan Militer USA di Diego Garcia
Inilah sangkaan kuat terkini bahwa MAS MH370 mengarah ke Samudra Hindia dan kemungkinan besar menuju atau dekat Pangkalan Militer USA di Diego Garcia. Laporan-laporan terakhir menyebutkan bahwa puing-puing MAS MH370 mulai “ditangkap” oleh satelit-satelit China, Perancis dan Inggris di Samudra Hindia. Sebagaimana diketahui sedikit orang bahwa USA mempunyai pangkalan militer strategis dengan peralatan tempur yang super canggih di Pulau Diego Garcia yang terletak di Tengah-tengah Samudra Hindia.
[caption id="attachment_359" align="alignleft" width="445"]
deego-garcia[/caption]
Diego Garcia dan “Aksi Kamikaze Yang Gagal”
Lepas dari teori konspirasi lainnya, selanjutnya yang menjadi pertanyaan, mengapa sampai begitu lamanya MAS MH370 baru “diketemukan”? Bukankah bila benar dengan posisi “jatuhnya” MAS MH370 didekat Pangkalan Militer USA di Diego Garcia menjadikan MAS MH370 dapat cepat ditemukan terutama oleh militer Amerika Serikat yang mempunyai peralatan super canggih. Inilah yang akan menjadi misteri dan tidak menutup kemungkinan menjadi misteri selamanya. Karena ini akan menyangkut isu internasional dan bila tidak baik mengelolanya akan menjadi isu dunia yang sangat berbahaya baik bagi kepentingan USA maupun bagi kepentingan Malaysia berupa reaksi negative masyarakat internasional. Karena secara teori, kalaulah benar bahwa arah pesawat MAS MH370 mengarah ke Pangkalan Militer USA di Diego Garcia sangat dimungkinkah ini adalah “aksi Kamikaze” menggunakan pesawat penumpang sebagaimana yang terjadi pada peristiwa 11 September 2001 di gedung kembar World Trade Center WTC dan Departemen Pertahanan USA di Pentagon. Dan sebagaimana reaksi militer, tentu sangat mungkin “aksi kamikaze” ini akan ditangkis oleh Militer USA dengan persenjataan yang ada. Dan kemungkinan besar aksi ini menjadi gagal dan dapat dihalau (ditangkis) oleh Militer USA dengan dibuktikan mulai ditemukannya puing-puing MAS MH370 yang berada di Samudra Hindia yang kemungkinan dekat Pangkalan Militer USA di Pulau Diego Garcia. Tentu USA telah belajar banyak dari kegagalan antisipasi aksi kamikaze menggunakan pesawat penumpang pada Tragedi 11 September 2011.

“Aksi Kamikaze”, kenapa menggunakan MAS MH370
Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa “pembajak” yang sangat mungkin adalah teroris tersebut menggunakan pesawat penumpang MAS MH370. Hal ini bisa dijawab, bahwa dari sejarah aksi terorisme yang paling berhasil adalah menggunakan pesawat penumpang sebagaimana peristiwa Tragedi 11 September 2001. Kemudian kenapa menggunakan MAS MH370? Hal ini mungkin bisa dijawab sebagaimana diketahui bahwa jenis pesawat yang di gunakan MAS yaitu Boeing 777-200ER adalah salah satu pesawat teraman dan handal di dunia, hal ini dibuktikan dalam rentang 19 tahun terakhir baru mengalamai kecelakaan fatal 1 kali yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia. Karena kehandalan inilah, maka Boeing 777-200ER digunakan menjadi sarana untuk aksi yang diduga kamikaze ini. Selain karena aman, aksi ini memilih penerbangan malam hari dimungkinakan agar aksinya bisa lebih lancer dan pada jadwal penerbangan yang tidak sibuk.
Arti Penting Pangkalan Militer Diego Garcia
Diego Garcia adalah Pangkalan militer USA dengan peralatan militer super canggih yang terletak di di tengah Samudra Hindia. Pangkalan militer di Diego Garcia ini sangat penting bagi USA terutama untuk pengamanan kepentingan-kepentingan Amerika di Asia Pasifik.

Karena pentingnya Pangkalan militer di Diego Garcia ini membuat musuh-musah USA sangat memperhitungkan keberadaan pangkalan Militer ini. Di antara musuh-musuh USA itu antara lain Korea Utara dan Iran juga para “terioris”.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa USA telah menganggap Korea Utara dan Iran adalah musuh-musuh USA yang harus diwaspadai karena diduga mempunyai senjata militer modern yang membahayakan USA.

Diego Garcia dan Peristiwa Tsunami
Tentu kita masih ingat terjadinya tsunami Aceh 2004 silam. Berbagai teori ada yang menyebutkan bahwa tsunami di Aceh bukan merupakan peristiwa alam murni, namun ada sebagian kalangan yang mencurigai bahwa bencana tersebut terjadi sebagai akibat dari ujicoba senjata berdaya ledak nuklir (bom nuklir) yang di ujicoba di dasar laut. Teori ini tentunya juga dikuatkan dengan keberadaan Pangkalan Militer USA di Pulau Diego Garcia yang terletak di Samudra Hindia dan tidak terdampak terjangan tsunami ini. Bahkan USA dalam waktu tidak begitu lama setelah tsunami telah mengirimkan salah satu kapal induknya di Aceh.
Fakta lainnya adalah ketika terjadinya gempa dan air menjadi pasang di Parangtritis Yogyakarta pada tahun 2006 bersamaan dengan adanya semburan (ledakan) api di tengah laut pantai selatan (yang kemungkinan adalah sebuah bom).
http://www.youtube.com/watch?v=6hLAkXf8XwQ
Tuhan Maha Mengetahui
Terlepas entah benar atau tidaknya sebuah teori dan dugaan, setidaknya teori-teori tersebut terutama yang berhubungan dengan MAS MH370 akan menambah wawasan dan sudut pandang kita dalam memandang persolan menjadi lebih luas. Dan pada akhirnya sebagai mahluk yang beriman harus meyakini bahwa Tuhanlah Yang Maha Mengetahui dari semua informasi baik yang kita anggap tersembunyi maupun yang kita anggap tidak tersembunyi.
“MAS MH370 dibajak” dan diterbangkan di ketinggian ekstrim
Menurut sumber militer yang didapat dari MailOnline maupun The New York Times bahwa pesawat MAS MH370 sengaja diterbangkan di ketinggian ekstrim yaitu antara 43ribu kaki sampai 45ribu kaki selama 23 menit untuk membuat para penumpang pingsan. Karena pada ketinggian tersebut oksigen menipis dan ketersediaan oksigen di pesawat hanya mampu bertahan 12 menit. Inilah yang menguatkan dugaan bahwa pesawat tersebut “sengaja dikendalikan oleh pembajak ataupun pilot itu sendiri” untuk tujuan tertentu tanpa adanya gangguan dari penumpang, karena penumpang dalam kondisi pingsan semua.
Data radar militer tentang misteri hilangnya MAS MH370
Kecurigaan tentang adanya pembajakan semakin menguat setelah data radar militer menunjukkan bahwa pesawat MAS MH370 kemudian diturunkan dengan ketinggian menjadi 12 ribu kaki sehingga keluar jalur penerbangan dan tidak terdeteksi radar militer. Hal yang menguatkan lagi menurut data militer bahwa transponder sebagai alat pengirim sinyal ke ATC dimatikan serta ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) sebagai alat pengirim informasi ke maskapai juga dimatikan. Menurut data dari radar militer Malaysia bahwa pesawat MAS MH370 kemudian terbang belok ke barat dan keluar jalur penerbangan sebagaimana mestinya. MAS diperkirakan masih terbang selama 4 jam dan menurut data dari berbagai data militer yang dihimpun dari berbagai Negara bahwa MAS MH370 diyakini menuju Samudra Hindia.
[caption id="attachment_358" align="alignleft" width="457"]
Misteri “Pembajakan” MAS MH370 dan Pangkalan Militer USA di Diego Garcia
Inilah sangkaan kuat terkini bahwa MAS MH370 mengarah ke Samudra Hindia dan kemungkinan besar menuju atau dekat Pangkalan Militer USA di Diego Garcia. Laporan-laporan terakhir menyebutkan bahwa puing-puing MAS MH370 mulai “ditangkap” oleh satelit-satelit China, Perancis dan Inggris di Samudra Hindia. Sebagaimana diketahui sedikit orang bahwa USA mempunyai pangkalan militer strategis dengan peralatan tempur yang super canggih di Pulau Diego Garcia yang terletak di Tengah-tengah Samudra Hindia.
[caption id="attachment_359" align="alignleft" width="445"]
Diego Garcia dan “Aksi Kamikaze Yang Gagal”
Lepas dari teori konspirasi lainnya, selanjutnya yang menjadi pertanyaan, mengapa sampai begitu lamanya MAS MH370 baru “diketemukan”? Bukankah bila benar dengan posisi “jatuhnya” MAS MH370 didekat Pangkalan Militer USA di Diego Garcia menjadikan MAS MH370 dapat cepat ditemukan terutama oleh militer Amerika Serikat yang mempunyai peralatan super canggih. Inilah yang akan menjadi misteri dan tidak menutup kemungkinan menjadi misteri selamanya. Karena ini akan menyangkut isu internasional dan bila tidak baik mengelolanya akan menjadi isu dunia yang sangat berbahaya baik bagi kepentingan USA maupun bagi kepentingan Malaysia berupa reaksi negative masyarakat internasional. Karena secara teori, kalaulah benar bahwa arah pesawat MAS MH370 mengarah ke Pangkalan Militer USA di Diego Garcia sangat dimungkinkah ini adalah “aksi Kamikaze” menggunakan pesawat penumpang sebagaimana yang terjadi pada peristiwa 11 September 2001 di gedung kembar World Trade Center WTC dan Departemen Pertahanan USA di Pentagon. Dan sebagaimana reaksi militer, tentu sangat mungkin “aksi kamikaze” ini akan ditangkis oleh Militer USA dengan persenjataan yang ada. Dan kemungkinan besar aksi ini menjadi gagal dan dapat dihalau (ditangkis) oleh Militer USA dengan dibuktikan mulai ditemukannya puing-puing MAS MH370 yang berada di Samudra Hindia yang kemungkinan dekat Pangkalan Militer USA di Pulau Diego Garcia. Tentu USA telah belajar banyak dari kegagalan antisipasi aksi kamikaze menggunakan pesawat penumpang pada Tragedi 11 September 2011.
“Aksi Kamikaze”, kenapa menggunakan MAS MH370
Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa “pembajak” yang sangat mungkin adalah teroris tersebut menggunakan pesawat penumpang MAS MH370. Hal ini bisa dijawab, bahwa dari sejarah aksi terorisme yang paling berhasil adalah menggunakan pesawat penumpang sebagaimana peristiwa Tragedi 11 September 2001. Kemudian kenapa menggunakan MAS MH370? Hal ini mungkin bisa dijawab sebagaimana diketahui bahwa jenis pesawat yang di gunakan MAS yaitu Boeing 777-200ER adalah salah satu pesawat teraman dan handal di dunia, hal ini dibuktikan dalam rentang 19 tahun terakhir baru mengalamai kecelakaan fatal 1 kali yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia. Karena kehandalan inilah, maka Boeing 777-200ER digunakan menjadi sarana untuk aksi yang diduga kamikaze ini. Selain karena aman, aksi ini memilih penerbangan malam hari dimungkinakan agar aksinya bisa lebih lancer dan pada jadwal penerbangan yang tidak sibuk.
Arti Penting Pangkalan Militer Diego Garcia
Diego Garcia adalah Pangkalan militer USA dengan peralatan militer super canggih yang terletak di di tengah Samudra Hindia. Pangkalan militer di Diego Garcia ini sangat penting bagi USA terutama untuk pengamanan kepentingan-kepentingan Amerika di Asia Pasifik.
Karena pentingnya Pangkalan militer di Diego Garcia ini membuat musuh-musah USA sangat memperhitungkan keberadaan pangkalan Militer ini. Di antara musuh-musuh USA itu antara lain Korea Utara dan Iran juga para “terioris”.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa USA telah menganggap Korea Utara dan Iran adalah musuh-musuh USA yang harus diwaspadai karena diduga mempunyai senjata militer modern yang membahayakan USA.
Diego Garcia dan Peristiwa Tsunami
Tentu kita masih ingat terjadinya tsunami Aceh 2004 silam. Berbagai teori ada yang menyebutkan bahwa tsunami di Aceh bukan merupakan peristiwa alam murni, namun ada sebagian kalangan yang mencurigai bahwa bencana tersebut terjadi sebagai akibat dari ujicoba senjata berdaya ledak nuklir (bom nuklir) yang di ujicoba di dasar laut. Teori ini tentunya juga dikuatkan dengan keberadaan Pangkalan Militer USA di Pulau Diego Garcia yang terletak di Samudra Hindia dan tidak terdampak terjangan tsunami ini. Bahkan USA dalam waktu tidak begitu lama setelah tsunami telah mengirimkan salah satu kapal induknya di Aceh.
Fakta lainnya adalah ketika terjadinya gempa dan air menjadi pasang di Parangtritis Yogyakarta pada tahun 2006 bersamaan dengan adanya semburan (ledakan) api di tengah laut pantai selatan (yang kemungkinan adalah sebuah bom).
http://www.youtube.com/watch?v=6hLAkXf8XwQ
Tuhan Maha Mengetahui
Terlepas entah benar atau tidaknya sebuah teori dan dugaan, setidaknya teori-teori tersebut terutama yang berhubungan dengan MAS MH370 akan menambah wawasan dan sudut pandang kita dalam memandang persolan menjadi lebih luas. Dan pada akhirnya sebagai mahluk yang beriman harus meyakini bahwa Tuhanlah Yang Maha Mengetahui dari semua informasi baik yang kita anggap tersembunyi maupun yang kita anggap tidak tersembunyi.
Posting Komentar untuk "Misteri MH370 dan Diego Garcia, dari aksi Kamikaze hingga Tsunami"